Ketika SPAM Bukan Urusan Google Lagi

SPAM
Ketika SPAM Bukan Urusan Google Lagi. Bila sahabat lihat rentetan kata diatas form komentar ada tulisan yang berbunyi,: SILAHKAN PERGUNAKAN KOTAK KOMENTAR DENGAN BIJAK, JANGAN GUNAKAN CARA SPAM,karena SPAMMER adalah PECUNDANG. JANGAN menyertakan LINK HIDUP, karena komentar Anda akan dilaporkan sebagai SPAM,mau jadi SPAMMER? Makasih !"  Ini pertanda bahwa saya paling Anti SPAM.

SPAM menurut Wikipedia adalah adalah penggunaan perangkat elektronik untuk mengirimkan pesan secara bertubi-tubi tanpa dikehendaki oleh penerimanya. Orang yang melakukan spam disebut spammer. Tindakan spam dikenal dengan nama spamming. Bentuk spam yang dikenal secara umum meliputi : spam surat elektronik, spam pesan instan, spam Usenet newsgroup, spam mesin pencari informasi web (web search engine spam), spam blog, spam wiki, spam iklan baris daring, spam jejaring sosial.

Dalam perbuatan Copy Paste tentunya kita mengenal LINK SUMBER. Link Sumber bukan SICPMM (Surat Ijin Copy Paste Mentah-Mentah), tetapi Link Sumber adalah link referensi artikel kita karena artikel yang berkaitan merupakan sumber ide tulisan kita, ada kaitannya dengan tulisan kita, sehingga pembaca bisa menelusurinya lebih lanjut. Apa yang kurang di Artikel kita dapat dipenuhi pembahasannya di Link Sumber.

"Bila berkenan,saya mohon penjelasan sop sebatas mana bahasa yang tidak dianggap spam? Saya rasa urusan yang berwenang kepada spam itu Google Karena Google lebih pintar dalam menangkap Spam. Saya kasih link di alinea ke-3 dan alinea terakhir,itu saya maksudkan agar pengertian kita tidak tertukar antara LINK SUMBER dan COPY PASTE seutuhnya"

INTI-nya ada pada Google Membolehkan Copy Paste, silahkan baca sop! Dari tulisan itu lahir tulisan Cara Membuat Text Area di Blog KR Plus. Ini dimungkinkan karena kita melihat betapa seorang Copaser itu begitu hina dipandangan sebagian sahabat blogger. Hingga jadi momok yang sangat mengkhawatirkan, bahkan ada komentar yang membabi buta dari atas nama SOURCE yang link-nya langsung ditujukan kepada Cinta Deras, apa memang bahasa binatang bisa keluar dari mulut saya via tangan, sementara saya membolehkan copas apapun disini, karena POLISI saya adalah Google? Kita tak perlu menghakimi seorang copaser dengan perkataan jelek,banyak cara lain untuk melaporkan artikel kita kepada pihak PENGUASA,google,kalau memang kita merasa dirugikan atas tidakan tersebut.

Tentunya manusia tak luput dari kesalahan, andai Cara Membuat Text Area di Blog KR Plus  tersebut mengandung Bahasa SPAM, saya mohon maaf. Sungguh saya tidak bermaksud menyinggung suatu golongan atau pun individu pada postingan tersebut, sebatas edukasi dan memberikan contoh bagaimana Cara Copy Paste Yang Bijak itu, maksudnya agar tidak ada bahasa jorok, bahasa binatang, tidak dapat hujatan, yang intinya tidak disalahkan ketika kita melakukan perbuatan Copy Paste artikel orang lain.

 Happy Blogging.

Penulis : Raihan Marie Ramadhan ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Ketika SPAM Bukan Urusan Google Lagi ini dipublish oleh Raihan Marie Ramadhan pada hari Sunday, May 6, 2012. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 3 komentar: di postingan Ketika SPAM Bukan Urusan Google Lagi
 

3 komentar:

  1. Mungkin hanya pengalaman pribadi yang tidak copas.Pengalaman pribadipun kadang mirip atau sama. hanya waktunya yang berbeda. Hampir semua sudah ada di internet.
    Beberapa postingku juga kopas. Nulis isi dari kitap suci itu juga kopas. Gak mungkin kan isi dari kitab suci di modifikasi. hehehe
    Support kawan. Tetap semangat

    ReplyDelete
  2. ehm...jadi inspirasi tulisan selanjutnya, "Copas is never ending topics"...hehe...

    ReplyDelete
  3. Saya rasa "copas" itu sah-sah saja, karena berita dimanapun, baik itu media cetak maupun media elektronik memberitakan hal yang sama yang awalnya didapat oleh salah satu sumber, mungkin harus diperjelas dengan menuliskan atau mencantumkan sumber tulisan yang didapat. Satu lagi terkadang ide-ide yang kita tuangkan dalam tulisan juga "mungkin" bukan merupakan ide yang murni, tetapi ide kita lahir dari referensi sumber-sumber yang telah kita baca sebelumnya.

    Tetapi saya setuju bahwa "copas" mentah-mentah memang tidak baik, karena tidak membuat kita belajar bagaimana caranya menulis artikel dengan baik dan benar, dan yang jelas sepertinya kita tidak menghargai hasil karya atau ide orang lain jika tanpa menulis link narasumbernya. Terimakasih sobat atas sharing artikelnya. Salam

    ReplyDelete

Cinta selalu menarik untuk dibahas dan dikupas, tapi kadang cinta pun membingungkan seperti teka-teki silang !